ASSESSMENT DRUG THERAPY PROBLEMS (DTPS) PADA PRAKTEK ASUHAN KEFARMASIAN UNTUK MENCAPAI OUTCOME THERAPY YANG OPTIMAL

ASSESSMENT DRUG THERAPY PROBLEMS(DTPS) PADA
PRAKTEK ASUHAN KEFARMASIAN UNTUK MENCAPAI
OUTCOME THERAPYYANG OPTIMAL

(Studi pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Wilayah Surabaya)

 

Dalam praktek asuhan kefarmasian, apoteker bertanggung jawab terhadap terapi obat yang diberikan kepada pasien untuk mencapai outcome therapy yang diinginkan. Ada tiga fungsi utama apoteker dalam asuhan kefarmasian yaitu mengidentifikasi DTPsaktual dan potensial, menyelesaikan DTPsaktual dan mencegah DTPspotensial. Prevalensi hipertensi terus meningkat dan bila tidak segera diatasi akan mengakibatkan berbagai komplikasi. Berbagai penelitian menyatakan bahwa masih banyak pasien hipertensi yang belum mencapai target terapi. Hal tersebut terjadi karena banyak ditemukan DTPspada pasien hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan apoteker dalam melakukan assessment DTPspada pasien hipertensi serta meningkatkan pengetahuan dan outcome therapypasien di Puskesmas wilayah Surabaya.

Penelitian ini diikuti oleh 63 apoteker puskesmas dan 150 pasien hipertensi. Penelitian terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama dilakukan bulan April-Oktober 2019 adalah  studi karakteristik pasien hipertensi, profil terapi obat, profil DTPs, profil outcome therapy, pengetahuan, sikap, tindakan pasien terhadap kebutuhan pasien terkait obat. Tahap kedua dilakukan bulan Februari 2020-April 2021 adalah membangun model dan membuat modul assessment DTPsserta menguji validitas modul oleh validator. Tahap ketiga dilakukan bulan Maret-Agustus 2021 adalah menguji model praktek assessment DTPspada apoteker dengan disain pre-test pos-testkelompok kontrol. Besar sampel adalah 40 apoteker yang terdiri dari 20 apoteker kelompok uji dan 20 apoteker kelompok kontrol. Besar sampel pasien adalah 80 pasien yang terdiri dari 40 pasien kelompok uji dan 40 pasien kelompok kontrol. Kemudian melihat hasil penerapan model praktek  assessment DTPspada pasien.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model praktek assessment DTPsmerupakan model untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan apoteker dalam menerapkan assessment DTPskepada pasien hipertensi di puskesmas. Dampak setelah penerapan model praktek assessment DTPs, diperoleh hasil peningkatan pengetahuan apoteker terkait assessment DTPs, peningkatan ketrampilan apoteker dalam assessment DTPsdan memberikan intervensi pada pasien hipertensi berupa pemberian brosur dan konseling, peningkatan pengetahuan dan outcome therapypasien. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model praktek assessment DTPsmeningkatkan outcome therapypasien.

Kata kunci: model praktek assessment DTPs, outcome therapy, puskesmas.

Unduhan