Pengaruh Self Education Programs of Osteoarthritis (SEPO) terhadap Penurunan Asupan Natrium, Nyeri Sendi Lutut dan Kadar Interle

Pengaruh Self Education Programs of Osteoarthritis (SEPO) terhadap Penurunan Asupan Natrium, Nyeri Sendi Lutut dan Kadar
Interleukin-17A Pasien Osteoartritis

Anisyah Achmad

 


Latar belakang: Osteoartritis (OA) merupakan penyakit sendi degeneratif yang memiliki banyak faktor risiko dengan pengobatan jangka panjang. Natrium menginduksi sekresi IL-17A yang mengakibatkan turunnya sekresi kondrosit, proteoglikan dan terjadinya OA. Nyeri sendi merupakan gejala dominan pada OA. Penurunan natrium tubuh dapat menurunkan nyeri sendi lutut dan IL-17A.
Tujuan: Intervensi Self Education Programs of Osteoarthritis (SEPO) sebagai model terapi nonfarmakologi untuk menurunkan asupan natrium, nyeri sendi lutut dan IL-17A pasien OA.
Metode: Penelitian multicenter rawat jalan ortopedi dan penyakit dalam serta mendapat persetujuan etik penelitian kesehatan. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan accidental sampling dan desain kohort. Data asupan natrium (mg) dikumpulkan menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire(SQ-FFQ) dan diolah dengan Nutrisurvey Indonesia, nyeri sendi lutut menggunakan VAS ( Visual Analog Scale)dan WOMAC ( Western Ontario McMaster Osteoarthritis Index), IL-17A (pg/mL) dari serum darah subjek. Model SEPO telah tervalidasi, diberikan 30 hari dengan instrumen Buku Panduan SEPO pasien, leaflet, poster, dan media online chat- video Whatsaap. Kriteria inklusi adalah pasien OA grade KL 2 atau 3, umur 45- 70 tahun, tidak merokok minimal 1 pak/ bungkus perhari selama 1 bulan terakhir, tidak mengkonsumsi alcohol minimal 1 gelas besar/350 ml konsentrasi 5% perhari selama 1 bulan terakhir dan menandatangani lembar persetujuan penelitian. Uji pengaruh SEPO menggunakan Wilcoxon dan Mann Whitney (p< 0,05)
Hasil: 80 subjek kriteria inklusi dengan kelompok kontrol 30 orang dan perlakuan 50 orang. Subjek didominasi perempuan 74 orang, usia 56-65 tahun 32 orang, SMA 38 orang, bekerja 43 orang dan 54 orang obesitas. Pengaruh SEPO pada asupan natrium (p= 0,046), VAS (p=0,646), WOMAC (p= 0,006) dan IL-17A (p<0,001). Model SEPO dapat menurunkan rata- rata nyeri sendi lutut (32,44±16,28) menjadi (23,88±13,61) dan menurunkan asupan natrium (2001,58±1248,31) menjadi (1289,45±457,98). Kadar IL-17A kelompok perlakuan (3,974±1,06) lebih kecil dari kelompok kontrol (5,542±1,99).
Kesimpulan: Model SEPO merupakan terapi nonfarmakologis efektif dalam menurunkan asupan natrium, nyeri sendi lutut dan kadar IL-17A.


Kata Kunci: Edukasi, IL-17A, Lutut, Natrium, Osteoartritis

Unduhan